HEART / SOUL / MIND

Wednesday, January 04, 2006

Happy New Year

Al 'Ashr (By Time/Demi Masa)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

In the name of Allah, Most Gracious, Most Merciful.
Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

وَالْعَصْرِ

By (the Token of) Time (through the ages),
Demi masa,

إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Verily Man is in loss,
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
,
إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Except such as have Faith, and do righteous deeds, and (join together) in the mutual teaching of Truth, and of Patience and Constancy.
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


- Al Qur'an Surat Al 'Ashr -

Monday, December 05, 2005

Jiwa Berkata

dalam gelombang aku bertahan
kuatkan hati coba untuk memahami
saat kebisuan yang menyiksa
bungkam suara dalam kepala
kembali kudengarkan jiwa berkata

biar semua terjadi
mengalir bersama hujan november
dan jika ombak pun berangsur surut
maka yang kukenang hanya bahagia
tenggelam oleh kevakuman derita
lantas kusodorkan cinta
layaknya do'a yang selalu kupinta

5 Desember 2005

Wednesday, November 30, 2005

Materi

Setelah begitu lama nggak pernah menginjakkan kaki di tempat yang biasa disebut Mall. Kemarin saya dan seorang teman mencoba untuk jalan-jalan ke sana. Sesampainya di sana terbersit sesuatu, "Begitu banyak hal yang ingin dimiliki."
Saya jadi menarik kesimpulan. Kalau nggak perlu-perlu amat nggak usah lah pergi ke tempat begini.
Tapi mungkin saya berpikir begitu karena nggak punya duit. Jangan-jangan suatu hari nanti, ketika saya sudah kaya raya...?

Mohon Maaf lahir Batin


Kepada seluruh orang di dunia ini yang pernah kenal denganku, terimalah ucapan tulus dari lubuk hati ini :

Taqabbalallahu minna wa minkum
Minal aidin wal faidzin

Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1426 H

Mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan baik sengaja ataupun tidak

Terima kasih banyak untuk kelapangan hatinya!!!

Mudik Lebaran

Tahun ini kami sekeluarga mudik lagi. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Setiap tahun, setiap lebaran. Sebagaimana layaknya jutaan rakyat di republik ini.
Mudik butuh dana yang tidak sedikit. Belum lagi kelelahan yang didapat. Macet. Juga seabrek kerepotan yang pasti kami alami.
Tapi kenyataannya, setiap tahun kami mengulangnya. Dan kalau sudah sampai kampung, toh kegiatannya juga begitu-begitu aja. Bahkan kadang-kadang obrolan di sana pun juga ulangan dari tahun-tahun sebelumnya.
Dulu saya sering bertanya, "Ngapain sih tiap lebaran kita mudik?"
Tapi ternyata mudik itu silaturahmi. Menyambung kembali tali kekerabatan yang mungkin selama ini renggang atau terputus. Dimana kehangatan ada.
Dan yang lebih penting lagi untuk saya dan keluarga. Mudik bisa jadi ajang berkumpul keluarga kami sendiri. Sebab nampaknya sekarang ini kumpul dan melakukan kegiatan bersama-sama merupakan sebuah kemewahan yang jarang sekali kami alami.
Jadi mudik ini bukan cuma pulang kampung, tapi maknanya juga pulang ke "rumah" dan "keluarga".

Wednesday, September 28, 2005

Ramadhan

Anak-anak menyambut Ramadhan ini dengan gembira
Kolak, kurma, makanan lezat terbayang dipelupuk mata
Belum lagi bila Lebaran tiba
Baju baru, permen-permen, dan uang angpaw yang memenuhi kantong celana
Senyum tersirat diwajah mungil mereka
Saat berpawai menyambut Ramadhan yang sebentar lagi tiba

Orang-orang dewasa menyambut Ramadhan ini dengan do'a
Semoga kenaikan BBM tidak membuat kegembiraan itu sirna

Pada pagi hari yang indah burung-burung berkicau

Pada pagi hari yang indah burung-burung berkicau
Mengingatkanku pada flu burung

Thursday, August 25, 2005

Penting 'gak seh blog?

Penting 'gak seh blog?

Itu adalah pertanyaan yang pernah dilontarkan oleh beberapa orang kepada saya. Mungkin juga anda.

Kalau ingin tahu banyak seluk beluk blog, klik blognya Enda Nasution, Bapak Blog Indonesia, yang ada di link blog saya.

eBook Gratis

Beberapa hari yang lalu, saya sempat berbincang-bincang dengan seorang petani ubi cilembu di Jatinangor Sumedang. Setelah bicara kesana-kemari, akhirnya kami sampai pada topik pendidikan. Sang petani sangat menyesalkan betapa mahalnya biaya pendidikan di republik ini. Dengan mahalnya pendidikan, maka yang memiliki kesempatan untuk pintar dan maju hanya mereka yang memiliki uang, begitu katanya.

Disaat pendidikan begitu mahal. Ketika buku-buku semakin menjulang harganya. Saya tiba-tiba menemukan beberapa situs yang menyediakan eBook (buku elektronik) gratis. Mungkin saya terbilang terlambat tentang hal ini. Sebab eBook gratis sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu. Yah tapi kan better late than never. Bagi saya ini (eBook gratis) adalah sesuatu yang sangat berharga. Karena membaca adalah salah satu hobi saya. Sementara untuk membeli buku atau menyewa buku saya tidak memiliki dana yang cukup besar.

Berikut beberapa situs eBook yang dapat didownload secara gratis :
http://www.geocities.com/pustakaumum
http://promo.net/pg/
http://oreilly.com/openbook/

Sebenarnya masih banyak situs-situs yang lain yang bisa dibuka. Tapi sampai saat ini yang sudah saya jelajahi baru ini.

Semoga bermanfaat!

Why?

I don't know why there is a lot of commercial letter in my comments post?

Thursday, August 18, 2005

anxiety



i've never been this way
as the times goes bye
everything's start to look so grey
and all the things i have to say
just blow away
when i look at the silent sky

drown


your eyes is a deep blue sea
everytime i see
it's always drowning me

Angin


angin meniup rindu membatu
teriakkan pekik berjuta desah
tikam hati yang gundah
waktu daun-daun gugur satu-satu

dingin menjalar seketika
membawa kehangatan yang tersisa
lalu torehan biru
memenuhi ruang kalbu

Pilihan dan Keajaiban

Saya pernah percaya bahwa takdir hanyalah serentetan konsekuensi dari pilihan-pilihan yang kita ambil. Kita akan mengalami B jika kita memilih A. Sampai suatu saat seseorang bertanya, "Memangnya, kita memilih untuk dilahirkan?"
Kita tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Kita tidak pernah memilih udara yang kita hirup. Kita tidak pernah memilih cahaya yang masuk ke retina mata kita.
Hidup memang penuh teka-teki. Keajaiban.

"Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan orang-orang yang Kau beri rahmat atas mereka, bukan jalan orang yang Kau murkai, dan bukan jalan mereka yang sesat."

Tuesday, July 12, 2005

Weird Experience

Satu minggu yang lalu saya mengalami peristiwa aneh. Hari itu, saya baru saja pulang sehabis mengecek kondisi keuangan di ATM di Jatinangor. Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB. Saya melewati gang kecil yang menuju ke kos saya. Suasana malam itu sangat sepi. Bahkan saya tidak bertemu dengan seorang pun. Ketika saya melewati sebuah rumah kosong, tiba-tiba ada keinginan yang kuat untuk menoleh kearah rumah tersebut. Dan Astaghfirullah, betapa kagetnya saya. Saat itu saya melihat di dalam rumah ada sosok putih yang hanya kelihatan wajahnya, sedang menatap keluar jendela. Sekilas saya pikir itu hanya imajinasi saya. Lalu saya berhenti dan memperhatikan lebih jelas. Ternyata sosok itu betul-betul nyata.

Lalu saya meneruskan perjalanan saya pulang dengan tanda tanya besar. Apa sih yang tadi saya lihat? Saya coba berdialektika dengan diri saya sendiri. Apakah itu pocong? Atau jangan-jangan, malam itu ada ibu-ibu yang kebetulan menunggui rumah tersebut, dan ia sedang melaksanakan Shalat Isya? Sampai hari ini, saya tidak menemukan jawaban pasti. Ketika keesokan harinya saya melewati rumah tersebut. Jendelanya telah ditutup gorden. Padahal kemarin malamnya tidak ada gorden. Ah, entahlah?

Saya percaya adanya jin. Tapi saya tidak pernah percaya dengan penampakan. Karena sebelumnya saya pikir penampakan-penampakan hanyalah halusinasi. Yang jelas, yang saya alami waktu itu menjadi suatu pengalaman tersendiri. Mungkin kalau Tora Sudiro baca ini, ia akan berkomentar, "Pengalaman yang aneh."

Sobat

Kemarin saya mendapat kabar dari teman baik saya bahwa dia sudah menikah dan mengundang untuk menghadiri resepsinya. Kebetulan kami sudah berteman sejak kecil. Bertetangga dan satu sekolah. Ia teman saya melewati masa-masa remaja yang penuh warna. Setelah saya kuliah di Bandung, kami memang jarang bertemu. Sebab sudah sibuk dengan dunia dan kesibukan masing-masing. Ketika mendapat undangan itu, tiba-tiba terbayang masa-masa ketika kami dulu bermain bersama, sekolah, nongkrong, ngaji, belajar gitar, berpetualang, lari pagi, dan banyak kenangan-kenangan lain. Dan kini, dia telah melakukan satu langkah besar menuju kedewasaan. Lalu muncul pertanyaan, Loe kapan?

Pernah kita sama sama susah
Terperangkap didingin malam
Terjerumus dalam lubang jalanan
Digilas kaki sang waktu yang sombong
Terjerat mimpi yang indah lelap

Pernah kita sama-sama rasakan
Panasnya mentari hanguskan hati
Sampai saat kita nyaris tak percaya
Bahwa roda nasib memang berputar
Sahabat masing ingatkah kau

Sementara hari terus berganti
Engkau pergi dengan dendam membara di hati

Cukup lama aku jalan sendiri
Tanpa teman yang sanggup mengerti
Hingga saat kita jumpa hari ini
Tajamnya matamu tikam jiwaku
Kau tampar bangkitkan aku sobat

(Iwan Fals, Belum Ada Judul)